Cara memilih saham berdasarkan analisa Fundamental bag.2
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, Jika kamu belum membaca, silakan klik disini .
Setelah ditulisan sebelumnya saya membahas mengenai Eps, Dps, Dpr , Asset, liabilitas, equity, cash flow.
kali ini yg ingin saya bahas adalah book value per share atau BVPS dan Price Earning Ratio atau PER.
sebetulnya masih banyak rasio rasio keuangan yang lain. Tapi sudah cukuplah kalau kita masih pemula.
Mari kita bahas satu persatu..
Book value per share ( BVPS )atau nilai buku perlembar saham. Rumusnya Ekuitas ÷ jumlah lembar saham.
Contoh:
BTN Jumlah ekuitas 21,6 T.
jmlh saham beredar 10,590 M lembar.
Maka 21,6 T ÷ 10,590 = Rp1703 .
Artinya dengan ekuitas mencapai 21,6 Triliun dan jumlah saham beredar 10,590 milyar lembar , nilai buku bank BTN perlembarnya adalah 1703 Rupiah.
Nah,, nilai buku inilah yg kita jadikan parameter apakah harga saham sudah mahal, atau masih murah. dengan mengukur nilai PBV atau price book value nya.
Jika nilai PBV dibawah 1 X , artinya harga saham di pasar masih lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai buku nya.
Kita ambil contoh BBTN . Tadi sudah kita hitung, Nilai buku perlembar Rp.1703. Sedangkan harga saham dipasar dikisaran Rp1300 maka nilai PBV BTN 1703÷1300 =0,76 X
Semakin rendah nilai PBV artinya semakin murah harga saham jika dibandingkan dengan nilai bukunya.
Coba kita bandingkan dengan perusahaan sejenis. Misal bank CIMB NIAGA. kita cari tahu dulu berapa ekuitasnya. Disini krn saya udah tau maka langsung saya input.
CIMB NIAGA
Total ekuitas = 43.43 T
Total saham edar = 25,131 M
Maka nilai bukunya = 1728
Harga saham dipasar 1200
Maka nilai PBV Bank CIMB niaga adalah
1200÷1728 = 0,69 X PBV
dalam artian saham bank niaga ini dihargai 69% dari harga bukunya. Atau masih lebih murah dari BTN yang dihargai 0,76 X
Bagaimana dengan Bank besar yang lain, BCA misalnya, dengan metoda yang sama kalau kita ukur nilai Book value BCA Sebesar 1719 sdangkan harga saham BCA 8550 maka nilai PBV nya mencapai 4,97 X lipat PBV dengan kata lain harga saham bank BCA Saat ini sudah 490% dari nilai buku atau sudah mahal.
Berikut adalah rangkuman valuasi saham bank
jika diukur menggunakan rasio PBV
Bank. Book value Harga saham PBV
BBCA Rp.1719 Rp.8555 4,9
BBRI Rp.1957 Rp.4830 2,4
BMRI Rp.4545 Rp.9925 2,2
====================================
BBTN Rp.1703 Rp.1300 0,76
BNGA Rp.1728 Rp.1200 0,69
Nah dari sini kita bisa tau kan kalau saham bank BNGA ternyata secara valuasi paling murah dari temen temennya kalau diliat dari nilai buku.
Tapi masih ada metoda lagi yang digunakan untuk menilai valuasi sebuah peruahaan, apakah saham tersebut memang layak dibeli atau tidak. Metoda tersebut dinamakan PER atau Price to Earning ratio.
Jadi dalam analisa fundamental PBV dan PER merupakan salah satu pertimbangan utama bagi seorang investor dalam melakukan keputusan jual maupun beli.
Jika PBVnya masih rendah . Kemudian PER nya juga rendah .. maka kemungkinan besar seorang investor akan melirik saham tersebut.
Sesuai namanya Price to earning ratio artinya membandingkan harga saham terhadap laba bersihnya rumusnya adalah harga saham dibagi EPS.
Untuk menghitung nilai PER kamu membutuhkan nilai EPS. Dalam hal ini saya kembali menggunakan contoh Bank BTN.
berdasarkan data RTI, estimasi EPS bank BTN utk tahun 2022 adalah Rp286 sementara harga saham BTN pagi ini diharga 1300
Maka PER nya adalah 1300÷286 = 4,5 X
Sama seperti PBV , PER yang rendah juga menandakan saham tergolong murah. PBV dan PER semakin rendah nilainya semakin bagus. Asal jangan sampai minus. Kalau minus berarti kelewat bagus. Alias busuk ๐
Jika PBV melihat dari sisi harga buku, PER ini mengukur kemampuan perusahaan dalam mencetak pengembalian ke titik BEP .
Saya kasih contoh, misal kamu beli rumah seharga Rp1 milyar. kemudian rumah tersebut kamu sewakan pertahun Rp 100 juta
Maka untuk mencapai titik impas atau BEP supaya uang yang kamu invest kan bisa kembali, maka kamu butuh waktu 1 milyar ÷ 100 juta = 10 tahun
Nah nilai 10 itulah yang dalam saham kita sebut PER .
Artinya jika kamu beli saham, BTN Seharga 1300, kemudian kita asumsikan laba bersih BTN konsisten 286, maka dalam waktu 4,5 tahun, kamu sudah balik modal. Makanya semakin rendah nilai PER berarti semakin cepat kamu bisa balik modal. Dan semakin mahal nilai PER semakin lama pula asumsi kita untuk balik modal.
Ok biar ngga pusing, sampai sini dulu..
di artikel berikutnya nanti akan saya bahas mengenai analisa teknikal untuk pemula..
Komentar
Posting Komentar