Nominal saham,nilai buku dan nilai pasar. Apa bedanya ?

Bagi seorang yang baru alih profesi menjadi tukang jual beli company (trader) pertanyaan utama anda ialah bagaimana cara menentukan berapa nilai buku sebuah perusahaan, sehingga kemudian anda bisa menilai apakah sebuah harga saham diperdagangkan pada harga murah maupun mahal. 


Contoh sederhana ialah ketika anda mempunyai warung kelontong.  Dimana total asset yg dimiliki sebesar 10 juta, kemudian utang kepada pemasok dan lain lain sebesar 2 juta. Sehingga total ekuitas bersih sebesar 8 juta. 


Dari ekuitas 8 juta ini jika misalnya anda pecah menjadi 1000 lembar saham, maka nilai bukunya ialah 8.000.000÷1000 lembar = 8000 


Dari nilai buku 8000 lembar ini jika anda menjual ke teman anda sebesar 16000 . Maka artinya anda menjual pada rasio 2X nilai buku. 


Namun jika saham anda hanya dijual pada harga 4000 misalnya, maka itu setara 0,5X atau saham anda hanya dihargai 50% dari nilai bukunya. 


Nilai nominal


Jika nilai buku perhitungannya dari ekuitas dibagi lembar saham, nilai nominal merupakan nilai modal dasar yang telah anda tetapkan pada awal pendirian PT . Dan akan terdaftar di kementrian hukum dan ham.  nilai nominal ini nilainya akan tetap , sebelum anda sendiri yang merubahnya melalui perubahan anggaran dasar.


Modal saham sendiri terdiri dari beberapa kategori diantaranya sbb


1. Modal dasar

2.modal ditempatkan dan disetor penuh.


Misal pada awal pendirian PT 


Modal dasar adalah 100.000.000 lembar. Dengan nilai nominal 100 per lembar. 


Maka total modal dasar ialah 100.000.000x 100 = 10.000.000.000


Syarat minimum pendirian PT ialah 2 orang . Misal dimana masing masing orang menyetor dana 2 milyar rupiah 

Maka komposisi pemegang sahamnya ialah:

1.Mr A. 50% kepemilikan saham 20.000.000 lwmbar

2. Mr B 50% kepemilikan saham 20.000.000 lembar 


Sehingga total saham yang ditempatkan dan disetor penuh seluruhnya berjumlah 40.000.000 lembar


Saham yang belum dikeluarkan akan disimpan menjadi saham fortabel 60.000.000 lembar. 


Jika pada suatu ketika anda berniat ipo dengan melepas sebagian sahamnya ke publik, maka saham yg akan dikeluarkan ialah saham yabg dalam berada dalam fortabel tersebut.


Misal anda melakukan penawaran ke publik sebesar 20.000.000 lembar nilai nominal 100, tetapi anda jual ke investor publik sebesar 1000 perlembar, maka nilai 100 akan masuk ke akun modal dasar, 900 akan masuk ke akun tambahan modal disetor. Sehingga komposisi pemegang saham pasca ipo ialah sbb


1. Mr A kepemilikan 20.000.000 lembar (33,3%)


2. Mr B kepemilikan 20.000.000 lembar (33,3%)


3. Publik total kepemilikan 20.000.000 lembar (33,3%)


Total saham ditempatkan dan disetor penuh = 60.000.000


Saham dalam fortabel menjadi 40.000.000 yang dilain waktu dapat ditetbitkan lagi baik melalui skema private placement maupun Right issue.

Nilai Buku

Seiring berjalannya waktu nilai modal akan naik maupun turun, sehingga akan mempengaruhi nilai buku.  Misal dalam kasus ini ketika awal pendirian perusahaan, nilai nominal 100, nilai buku 100. Tetapi karena dalam periode 1 tahun perusahaan mengalami peningkatan laba, maka nilai buku perusahaan naik 100% menjadi 200. Tetapi nilai nominalnya  akan tetap 100 inilah yang menyebabkan ada banyak perusahaan di bursa yang nilai nominal sahamnya berbeda dengan nilai bukunya. Karena nilai buku bisa naik turun menyesuaikan faktor pembaginya iaitu ekuitas. Semakin tinggi ekuitas maka semakin tinggi nilai buku, sebaliknya jika ekuitas menurun maka nilai buku juga akan ikut menurun.


Kenapa perusahaan menjual saham ke publik berkali lipat dari nilai nominal ? Goto gojek tokopedia misalnya nilai nominal 1 Rp melepas saham ke publik diharga Rp.338 afau 338 kali lipat dari modal saham pendiri.  Kemudian Bukalapak nilai nominal 50 , kemudian Ipo dengan melepas saham perdana sebesar 850 atau 17 kali lipat dari modal pendiri. 


Ini karena pada dasarnya para pemegang saham pendiri tidak akan mau melepas saham yang telah mereka rintis dengan harga murah. Apalagi jika perusahaan tersebut telah tumbuh menjadi perusahaan bernilai tinggi.


Nilai Pasar


Nilai pasar adalah harga yang telah disepakati antara penjual maupun pembeli . Harga pasar akan bergerak dinamis naik dan turun, bisa saja harga saham akan bergerak naik terus menerus melewati nilai nominal, melewati nilai buku begitupun sebaliknya bisa turun terus menerus dibawah nilai buku dan nilai nominalnya.  


Oke sampai sini dulu. Dikesempatan berikutnya saya akan ulas mengenai fraksi harga saham yang ada di bursa.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar saham dari Nol bag I

Cara memilih saham berdasarkan analisa Fundamental bag.2